Rakyat Merdeka – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Saad Budiman Lubis dan Sekretaris jenderal Roy Stevi Wendi menggelar Dialog Nasional Kepemudaan.
Dialog dengan tema Masa Depan Anak dan Generasi Muda di Era Bonus Demografi digelar di Cafe Kopisisasi, Cijantung, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Dialog nasional ini menghadirkan sejumlah pembicara nasional yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. Wawan H. Purwanto dari unsur Pejabat Badan Intelijen Negara (BIN), Satriwan Salim selaku Anggota Kelompok Kerja Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Pokja KPAI), serta Prof. Dr. Ilyas Indra sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI.
Pejabat BIN Wawan H Purwanto dalam diskusi mengatakan, untuk menyonsong bonus demografi, kaum muda harus berani berinovasi, harus punya skil, sprit dan stamina yang baik.
“Negeri kita akan mampu bersaing dan jadi leader bukan follower,” tuturnya.
Sedangkan Satriawan Salim menegaskan, bonus demografi merupakan peluang strategis bagi Indonesia yang harus dikelola secara serius dan terencana.
Ia menyampaikan, tanpa kebijakan yang tepat dan kesiapan sumber daya manusia, bonus demografi justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial di masa depan.
“Pemerintah harus meningkatkan biaya pendidikan untuk anak dan kaum muda supaya bonus demografi ini menjadi positif,” ujarnya.

Kemudian, Prof. Dr Ilyas Indra menyoroti pentingnya bagi kaum muda untuk memulai berbisnis. Kemandirian itu akan hadir jika dari muda sudah mulai berbisnis sesuai dengan potensi masing-masing.
Para pembicara dalam dialog ini menyoroti pentingnya perlindungan anak, penguatan peran keluarga dan negara, serta kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial politik di era bonus demografi.
Dialog berlangsung interaktif dengan melibatkan pengurus KNPI, aktivis kepemudaan, mahasiswa, dan aktivis partai politik.
Sumber: rm.id






